Sehat Dengan Gaya Hidup Rasulullah SAW

By | January 3, 2016

Rasulullah Saw merupakan suri tauladan yang sangat baik, bijak dan memiliki sifat-sifat yang terpuji. Namun, selain sebagai suri tauladan yang baik untuk di contoh, ternyata Rasulullah Saw juga memiliki kebiasaan gaya hidup sehat, yang bisa kita contoh juga. Berikut gaya hidup sehat ala Rasulullah Saw yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:

Sehat dengan gaya hidup Rasulullah saw

  1. Gaya hidup sehat ala Rasulullah Saw yang pertama ialah, bangun pagi yakni bangun sebelum waktunya Subuh. Bangun sebelum waktu subuh memiliki beberapa keistimewaan, diantaranya: mendapatkan kelimpahan pahala dari Allah SWT, apalagi jika kita mengerjakan sholat sunnah dan Fardhu, udara pagi memang sangat baik bagi kesehatan kita terutama bagi pernafasan sehingga dapat digunakan sebagai terapi penyakit TB, hawa positif dari udara segar yang kita dapat di pagi hari akan senantiasa menghindarkan kita dari pemikiran yang tidak baik dan menjadikan perasaan atau hati nurani menjadi sehat dan bersih.
  2. Selalu menjaga kebersihan, gaya hidup sehat yang satu ini sebenarnya sangat sepele sekali, namun banyak orang yang tidak merealisasikannya dengan baik. Kita harus rajin menjaga kebersihan anggota badan kita sendiri, seperti: membasuh muka agar kotoran di wajah tidak terlalu menumpuk, memotong kuku dan rambut apabila sudah panjang sehingga tidak menjadi sarang kuman dan bakteri, menggosok gigi, dan mencuci tangan ketika hendak makan atau memegang makanan.
  3. Jangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan, Rasulullah saw pernah bersabda yang artinya: “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)”. Akan lebih baik juga apabila menjalankan puasa sunnah.
  4. Suka berjalan kaki, ketika mengunjungi Masjid, pasar, atau ke rumah Sahabat, Rasul memilih berjalan kaki. Karena dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, dan membuat peredaran darah lancar serta pori-pori terbuka dan hal ini dapat meminimalisir terjadinya penyakit jantung.
  5. Menanamkan sifat optimis, tidak menyimpan kedengkian dan iri hati, serta tidak mudah putus asa.

Semoba bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *